Mau Jadi Blogy Saya?

Pagiii….

Wah wah wah, udah lama yah gak nulis, apa kabar Blogy? Hmm, mulai sekarang saya panggil kalian Blogy aja yah…biar enak gitu, kalau ilang bisa dipanggil-panggil deh, Blogy… Blogy! Jadi, Blogy itu siapa? Blogy itu tong sampah saya, hahaha. Berarti kalau ada yang suka baca-baca blog saya, dia itu secara otomatis jadi tong sampah! Makanya jangan baca! Nah, lho… -_____-‘

Oke-oke, pertama saya mau sedikit cerita tentang menghilangnya saya dari dunia peradaban manusia. wuizzzzzzz, nggaya! Kayak biasanya eksis aja, hihi. Tapi beneran nih, mau cerita, dua minggu ini saya hampir tidak pernah menginjakkan kaki di kampus lho. Memilih mendekap kasur berhari-hari di tempat tidur. Bukan, bukan, saya bukan sedang tidur kok. Dari dulu saya punya pemaknaan lain dengan kata tidur. Bagi saya, tidur itu artinya saya sedang tidak ingin diganggu, ada yang sedang saya kerjakan, dan saya pasti bangun untuk beraktivitas seperti biasa. Jadi tenang saja, gak ada salahnya kan nungguin orang tidur sebentar? Maksud saya “tidur”. Hehehe. Saya hanya sedang belajar berkomitmen dengan cinta saya J

Semua berawal pada suatu malam yang gelap. Tiba-tiba saya terbangun oleh suara-suara aneh dari sekeliling saya. Suara itu bicara begini,

“Aku tahu, sungguh sangat tahu betapa kau menaruh minat kepadaku. aku tahu dan sungguh sangat tahu betapa kau menyukaiku. menyimpan beribu rasa suka yang siap kau curahkan padaku kapan saja kau mau. Tapi bukan itu! Bukan itu arti dari hubungan yang kita lalui bertahun-tahun ini, sayang.

Karena aku tak hanya ingin kau minati, kau sukai. Dengan itu kau akan menjamahku di saat-saat yang memungkinkan bagimu. Kau mendatangiku karena memang tak ada lagi yang kau datangi. Aku tahu datangmu karena suka, barangkali sudah cinta. Tapi bukan itu! bukan itu yang aku mau, sayang.

Aku ingin kamu berkomitmen. Komitmen mencintaiku. Tidak peduli pada apapun, dari alasan sampai kecaman. Pokoknya hanya fokus pada pencapaian! Aku ingin berkomitmen denganmu, cinta!”

Malam itu saya terkinjat. Mata saya mengerjap-ngerjap melihat cicak kecil yang merayap. Suara itu mendadak hilang dalam senyap.

Ternyata yang bicara tadi naskah saya yang mendadak ngambek gara-gara lama saya tinggal. Mereka merasa tidak dipedulikan karena saya hanya datang kepada mereka sekadarnya saja. Mungkin dengan cinta, tapi tidak dengan komitmen. Kamu tahu, Blogy, rasanya sesak sekali mendengar mereka berkata seperti itu. Sungguh, nyaris mengalirlah air mata saya.

Jadi, untuk merayu mereka agar tidak ngambek lagi, saya memutuskan untuk meninggalkan sejenak aktivitas saya yang dirasa kurang produktif dengan berkeliaran di kampus, dengan menjamahi mereka. Saya dengan bijak memanfaatkan jatah bolos saya yang jarang digunakan. Hm, selama hampir dua minggu saya tidak menginjakkan kaki di kampus lho. Ternyata bolos itu enak ya? Untuk hal-hal yang bermanfaat, tentu. Hasilnya, lumayan lah, setidaknya sekarang saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan untuk memperteguh hubungan kami.

Ya, saya mencintainya, seperti mereka begitu mencintai saya. Saya pun akan melakukan segala hal untuk mempertahankan hubungan ini. Tidak sekadar cinta, tapi dibarengi komitmen!

Oke-oke. Selamat membuka diri untuk menerima sampah dariku, Blogy. Aha’! 😀

Advertisements

One thought on “Mau Jadi Blogy Saya?

  1. Reblogged this on malamenulisuci and commented:

    Dan sekarang, naskah-naskah itu sedang cemburu dengan deretan soal-soal TOEFL, pencapaian-pencapaian masa depan, dan artikel kantor. Agaknya saya mulai lupa dengan komitmen saya pada mereka. Huah! Baiklah, naskah, wait me! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s