Laporan Perjalanan: Sebuah Cerita:)

 

Bloggy! Apa kabar? Wah wah wah, kangen sekali saya sama rumput blog ini. Sudah panjang-panjang yah, berapa bulan tak dipotong? Haha. Okee, ayo hari ini kita potong rumput-rumput yang sudah memanjang lalu gelar karpet untuk alas tidur sembari mendengarkan cerita! Ini apaan sih sebenernya? Gak tahu! Hahah.

Hm…ada yang nanya gak kemana saja saya selama ini?

Hah? Gak ada?

Hm, yaudah, saya mau jawab sendiri! Hahaha. Tanggal 28 Desember—19 Januari kemarin saya bersama dua rekan dari Kalphavriksa Universitas Indonesia (Pramuka UI) tergabung dalam sepuluh peserta dari Kontingen Daerah DKI Jakarta. Peserta apa? Pelayaran dan Perkemahan Bakti Saka Bahari Tingkat Nasional. Wuih, keren gak tuh? Keren dong..ayo bilang keren!

Dulu, saya pernah bercakap-cakap dengan seorang teman tentang sebuah perjalanan,

“Aku pengen ke daerah terpencil.” kata teman saya

“Aku juga. Kamu mau ngapain?” jawab sekaligus tanyaku.

“Aku pengen buka praktek di sana, Suchz, di sana pasti jarang ada dokter atau bidan.” teman saya ini memang seorang mahasiswa kebidanan yang mengaku akan menerima dengan senang hati jika suatu saat ditempatkan di daerah terpencil Indonesia.

“Aku ikut yah, aku ingin mencatat hal-hal kecil yang besar.” ungkapku polos. Dibanding cita-citanya tentu keinginanku terlihat begitu “bocah”

Dia tersenyum bijak, “Kamu pengen ke mana emang?”

“Kalimantan.”

Saya tidak pernah menduga kalau impian saya akan diwujudkan oleh pramuka, sebuah kegiatan yang memang saya senangi sejak SMP. Ketika menginginkan sesuatu, saya hanya percaya bahwa sesuatu itu pasti akan saya raih, soal bagaimana jalannya saya serahkan sepenuhnya kepada Allah. Rasa percaya yang besar itu membuat saya selalu menghubungkan setiap kejadian dalam hidup saya adalah jalan menuju ke sana.

Hal paling menyenangkan dari sebuah perjalanan adalah bertambahnya cerita-cerita seru yang mengisi kehidupan kita. Pun perjalanan saya beberapa waktu lalu, dalam Pelayaran dan Perkemahan Bhakti Saka Bahari Nasional ke Pulau Sebatik, Kalimantan Timur itu rasanya janggal ketika harus melaporkan perjalanan tanpa bubuhan cerita. Saya akan membagi laporan perjalanan ini ke dalam beberapa sobekan cerita. Sobekan Pertama berisi tentang keseharian dalam pelayaran, hal-hal apa saja yang kami lakukan selama dua minggu menjadi awak kapal. Sobekan Kedua merupakan ulasan singkat tentang materi apa saja yang telah kami dapat selama masa pelayaran ini. Terakhir, saya akan menyuguhkan kisah-kisah seru selama perjalanan yang dikemas dalam imajinasi. Ingat ya, ada IMAJINASI di sini, hehehe, semuanya terangkum dalam Sobekan Ketiga. Bersiap menangkap satu demi satu sobekan cerita ini?

Advertisements

3 thoughts on “Laporan Perjalanan: Sebuah Cerita:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s