Tentang Karya Pertama

Beberapa hari ini suasana hati saya tak menentu. Ada satu pertanyaan yang menganggu, “Mana novel kamu?” Ah, menyebalkan. Lagi-lagi kejadian yang menimpa saya seolah mengirimkan pesan, mengingatkan mimpi yang sepertinya sudah mulai terabaikan.

Beberapa hari ini, alur hidup membawa saya untuk bertegur sapa dengan beberapa teman lama. Mereka, seperti biasa, menanyakan bagaimana kabar karya saya. “Sudah terbit belum bukunya?” Miris sekali mendengarnya.

Beberapa hari ini alur hidup juga membawa saya pada pertemuan singkat yang cukup mencekat. Salah seorang teman saya kemarin-kemarin mengirimkan pesan, bertanya tata cara mengirim tulisan ke penerbit. Tak lama, dia memberi tahu bahwa satu novelnya sudah dikirim ke penerbit yang dimaksud.

Saya? Lagi-lagi merasa miris.

Lalu kemarin, saat mengajar anak-anak lucu di bimbel. Mereka dengan riang bercerita akan segera mengirimkan kumpulan cerpen mereka ke penerbit yang khusus menerbitkan karya anak. Ah, curang! Bahkan ketiga murid saya itu ternyata gemar sekali membuat cerpen.

“Kalau ditotal cepenku udah 45 halaman, Kak, udah boleh dikimkan jadi Kumcer.” ceritanya riang.

Saya? Hanya bisa menelan ludah.

Sebenarnya, sudah dua novel jadi yang ada di tangan saya. Hanya saja, saya masih merasa belum yakin untuk mengirimkannya. Nampaknya, saya sedang mengidap krisis kepercayaan diri. Novel yang saya buat itu novel alay (haha) dan saya merasa itu bukan dunia saya yang sekarang. Mungkin aura mahasiswa Program Studi Indonesia yang menyelimuti hari-hari saya menjadi salah satu faktor. Bahwa saya pada akhirnya sangat menuntut kesempurnaan sebuah karya.

Akan tetapi, ada hal yang lebih mencongkel hati saya. Nukilan catatan yang saya buat pada 7 Agustus 2011 mungkin bisa memberikan gambaran. Catatan ini tidak jadi saya unggah karena sepertinya ini bukan untuk konsumsi publik. Ini juga hanya bagian awalnya saja 🙂

Sudah tahu siapa saya kan? Ya, saya ini Suci Indriyani, yang beberapa tahun lagi akan dikenal sebagai Suci Indyra, penulis besar yang karyanya mencerahkan umat. Amiiin.

Satu hal yang menarik adalah bahwa sejak saya SMA, sejak saya masih jadi anak ingusan yang terheran-heran mendengar istilah rohis di sekolah, yang baru tahu istilah mahram dan muhrim, yang baru tahu kalau Islam itu ternyata melarang pacaran, sudah punya impian ingin jadi Penulis Novel Islami! Keren bukan? Semua berawal ketika saya jatuh cinta pada anak rohis, saya bersyukur sekali karena dari sanalah semua berawal meskipun saat itu saya sama sekali tidak mengerti.

Kira-kira seperti itu, saya ingin karya pertama saya bukanlah sekadar buku yang laris manis di pasaran. Saya ingin karya saya bener-benar bisa menginspirasi dan saya ingin karya saya Islami. Doakan saya ya Bloggy, doakan saya istiqomah di jalan ini 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Karya Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s