Ya Allah, Jaga Mereka

Hari ini saya menemukan sebuah jawaban atas pertanyaan yang mengganggu langkah saya beberapa pekan terakhir, “Rasanya saya malas beraktivitas, butuh semangat, tapi apa ya?”. Hari ini, setelah beberapa pekan berlalu, akhirnya saya kembali bertemu dengan mereka, peri-peri kecil yang senyumnya meneduhkan setiap jengkal berat napas kehidupan. Mereka, anak-anak itu. Tepatnya, anak-anak kelas 4 SD yang menjadi murid-murid saya di bimbel. Semangat saya langsung bangkit, apalagi setelah kejadian manis yang lagi-lagi kami alami.

Berawal dari pesan singkat yang mewakili permintaan mereka agar saya bisa mengajar mereka hari ini, “… soalnya anak-anak mintanya sama Mba.” saya pun berangkat dengan berbekal semangat. Sampai di sana, seperti biasa, mereka meminta waktu beberapa menit untuk sekadar melanjutkan obrolan mereka selama perjalanan atau menghabiskan makanan yang jelas-jelas masih tertutup rapat. Saya langsung meringis menyaksikan kepolosan mereka yang sungguh sangat menggemaskan.

“Bentar ya Kak, aku kalau lagi sama cowok (baca: BBM-an) suka panik sendiri, terus perutnya sakit. Kenapa bisa gitu ya, Kak?” ujar salah seorang diantara mereka. Polos. Mewakili jejak usia mereka yang baru memasuki tahun kesepuluh.

Saya hanya tersenyum, sesekali menggoda mereka dengan kata “Cie…” yang keluar dengan sendirinya. Betapa harunya saya ketika mereka berkata,

“Kita gak pacaran kok, Kak, beneran deh!”

Lagi-lagi saya hanya tersenyum, Siapa yang bilang kalian pacaran, sayang.

“Iya, Kak, kan kita mau yang cara Islam itu, apa namanya?” kata gadis yang lain lagi.

“Taaruf?” jawabku dengan nada tanya, Kalian sudah tahu taaruf? Subhanallah,

“Iya, Kak! Taaruf, kita mau kayak gitu.”

Keempat murid saya memang berlatar belakang Sekolah Islam Terpadu, tak heran jika pengetahuan mereka tentang Islam setara atau bahkan lebih banyak dari saya. Ah, saya sungguh merasa malu. Sungguh malu. Entah kenapa.

Memang, kecenderungan anak-anak untuk bertahan pada sesuatu hal sangatlah kecil. Mereka cepat sekali bosan, itu wajar. Baru belajar membuat pantun sepuluh menit, tiba-tiba minta mengerjakan PR menggambar. Belum selesai, tiba-tiba ingin belajar Matematika. Ah, kalian selalu membuat saya berpikir keras tentang bagaimana cara menarik perhatian kalian agar tetap fokus kepada saya:)

Senjata saya, yang sampai sekarang masih jitu, semoga juga untuk seterusnya, adalah menceritakan sebuah kisah. Ketika saya berkata, “Eh, Kaka punya cerita!” mereka sekejap menghentikan aktivitas “nakal”nya dan sontak memperhatikan saya. “Kita selesaikan satu pantun ini dulu, habis itu Kaka cerita.”

Kena, mereka masuk perangkap saya. Hehehe.

Hari ini menjadi hari yang mengesankan karena untuk pertama kalinya saya menjadi imam bagi anak-anak. Bagi mereka, kedua murid perempuan yang mau ikut saya salat. Hwaaaaaaaaaaaa, hati ini berdesir-desir ketika mulut mungil mereka memanja minta salat berjamaah. Belum lagi ketika saya harus menuntun salah seorang mengucap iqamat. Ya Allah, nyaris buncah air mata saya.

Apalagi, kejadiannya bertepatan dengan kabar gempa Aceh yang baru kami dengar. Mendadak saya teringat anak-anak kecil di sana yang sedang semangat belajar salat (kami sempat membicarakan Hafalan Salat Delisa disela-sela belajar tadi). Ya Allah, lindungi dan mudahkanlah segala urusan saudara-saudara kita di sana.

Kedekatan mereka dengan Islam benar-benar membuat saya iri. Sungguh sangat iri. Ya Allah, jagalah mereka untuk tetap istiqomah di jalan ini. Jalan sebenar-benarnya jalan. Jangan biarkan mereka terpengaruh dengan segala hal-hal buruk yang siap menjamah langkah kedewasaan mereka Ya Allah.

–Depok, 11 April 2012–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s