Jangan Ajak Aku Bicara Lewat Puisi

kepada si pemberi tanda waktu warna biru

Puisi

bilangnya begini, maksudnya begitu

menjelaskan sekaligus menyembunyikan sesuatu

dalam satu waktu

Puisiku

mengaduk-aduk masa laluku

lalu mengemasnya dengan cerita berbingkai yang mendayu

tak seorang pun tahu

kuharap hanya hatiku

Puisimu

menderu-deru mengajak bisu

membahagiakanku melalui sepotong lingkaran biru

Ah, aku tak mengerti puisimu

Jangan ajak aku bicara lewat puisi

aku tak sanggup sepenuhnya mengerti

bukankah aku dan kamu belum menjadi kami?

Puisi, Puisiku, Puisimu

tentulah bebas berlari-lari asalkan mau

Jangan ajak aku bicara dengan puisimu

kutakut menangkap ragu

Jangan ajak aku bicara lewat puisimu

Jika yang kutangkap sedan sedu itu

adalah bahagiaku?

Lalu bagaimana kamu?

Depok, 19 Mei 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s