Gimana sih rasanya menerima piala di atas panggung? :D

Haha, itu judul konyol banget gak sih?

Hmm, diam-diam ternyata saya mensyukuri setiap nikmat sibuk yang Allah berikan. Ketika saya disibukkan oleh banyak hal saya diingatkan pada “sosok” yang terlupakan. Terlewatkan begitu saja. Saya masih punya mimpi. Mimpi yang dari kecil sampai sekarang masih sama: ingin sekali maju ke atas panggung dan menerima piala. Hwaaaaah, membayangkannya saja sudah membuat jantung ini berdebar kencaaaang ^^

Semasa kecil, saya setiap tahun diajak ibu ke sekolah kakak, mengambil rapot sekaligus menyaksikan kakak dipanggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan karena hampir setiap tahun jadi juara kelas. Senang sekali ketika ditanya, “Oh ini adiknya Indra-yang-pinter itu ya?” (kayaknya sih ada yang nambahin dengan “Cantik banget yah?” hahaha), juga turut merasakan sensasi bahagia ketika nama kakak diteriakkan teman-temannya. Kakak sudah seperti artis. Sejak saat itu saya mulai bermimpi, ingin merasakan euforia menjadi seorang juara. Dipanggil namanya, maju ke atas panggung dan menerima piala 😀

Setelah masuk sekolah, saya beberapa kali menjadi juara umum. Senikmat syukur menjadi juara pun akhirnya saya rasakan. Sayangnya, di sekolah saya, yang tidak sama dengan sekolah kakak, nama-nama juara itu tidak diumumkan di atas panggung. Tidak ada panggung dan riuh sorak penonton yang menepuki kejuaraan saya. Kehadiran panggung yang saya harapkan itu ada ketika aku kelas 6 dan sayangnya lagi, saat itu saya hanya berhasil meraih peringkat kedua! Gak dapet piala 😦

Pertama kali mendapat piala saat kelas XI melalui perlombaan teater. Sayang, penerimaan itu tidak di atas panggung, juga tidak ada tepukan karena semua penonton telah pulang ke habitat masing-masing. Nama yang dipanggil juga bukan nama saya, melainkan grup teater sekolah saya. Kejuaraan itu juga tidak menegangkan karena kami sudah tahu lebih dulu. Jadi, dari dulu saya ingin sekali merasakan betapa jantung berdebar-debar menunggu pengumuman lomba lalu dari mulut pengeras suara keluarlah nama saya! Wah! 😀

“Bukannya kamu sekarang sering menang lomba?”

Alhamdulillah, saya sangat mensyukuri itu. Sayang lagi kawan, mimpi saya masih belum terwujud. Entahlah. Pengalaman saya dalam beberapa kali memenangkan lomba cerpen, saya tidak mendengar sendiri pengumuman itu dengan telinga sendiri! Sedih gak siiiih? Gak kebayang rasanya kayak apaaa 😀

Pertama, saat kelas XI, itu pertama kali saya menang lomba cerpen. Saya sama sekali tidnak tahu bahwa saya menang sampai ada teman yang kebetulan melihat-lihat tabloid dan menemukan nama saya muncul sebagai juara. Itu sudah satu minggu setelah pengumuman. Bayangkan!

“Emangnya kamu gak dihubungi ya?”

Hmmm….saya baru ngeh kalau saat itu HP saya speakernya rusak jadi gak bisa menerima telepon, saya tegaskan, terpaksa tidak mengangkat semua telepon yang masuk karena tidak akan ada sebisik suara pun yang terdengar. Mana saya tahu kalau satu dari ratusan (lebay!) telepon yang masuk itu adalah dari penyelenggara lomba? Huhu. Setelah diusut, ternyata penyelenggara lomba juga sudah menghubungi saya via telepon rumah pakdhe saya (saya kan gak punya telepon, punyanya ketel karo cepon), tapi pakdhe tidak mengakui Suci Indyra sebagai ponakannya. Di rumah saya memang biasa dipanggil Indri, jadi ketika ada yang mencari Suci Indyra, pakdhe bilang salah sambung, huhuhu. Tapi seneng! Saya akhirnya menang lomba, hehe 😀

Kedua, di tengah-tengah perjuangan masuk UI, saya juga menang lomba dan tidak mendengarnya secara langsung. Gara-garanya saat itu sim card saya hilang dan saya ganti nomor, kaget ketika buka imel ada dua pesan yang menyuruh saya untuk segera menghubungi panitia terkait lomba tersebut. Itu juga sudah beberapa hari melewati pengumuman lomba yang saya tidak tahu kapan. Hmmmm, alhasil pontang-pantinglah saya mengurus segala macam berkas yang harus dikirimkan sebagai administrasi pengambilan hadiah. Wajah saya sempet masuk majalah lhooo, hihihi.

Ketiga, tahun lalau, saat jadi juara II OIM Cerpen FIB. Lagi-lagi saya mendengarnya dari telinga orang lain karena saat pengumuman saya sedang dalam perjalanan pulang kampung. Saat itu nama saya dipanggil untuk maju ke atas panggung ya? Kejadian ini juga terulang di tahun ini, saat PKM-GT kelompokku mendapat juara II, sayanya sedang ngajar jadi gak denger saat nama saya dipanggil disuruh maju. Fuih!

Yang paling mengesankan adalah ketika saya mengikuti ajang pelayaran dan perkemahan selama tiga minggu di Pulau Sebatik, Kalimantan Timur. Selama perjalanan hampir tidak ada sinyal sama sekali, terisolasi dari dunia darat dan terapung-apung di tengah laut. Seru seru, tapi ya itu. Lagi-lagi saya batal mendengar kemenangan saya dengan telinga saya sendiri. Sepulang dari sana, imel saya sudah banyak sarang laba-laba karena jarang dibuka dan pemberitahuan itu hampir saja terlewatkan. Pengumuman saya menang lomba, dua puluh hari yang lalu! Hohohoh! Geregetan banget deh rasanyaaa, kenapa setiap menang lomba gak pernah denger sendiri?

“Suci! Bersyukur! Udah dikasih kesempatan menang juga!”

Iya, saya sangat bersyukur atas nikmat ini. Alhamdulillah, Allah selalu memberikan nikmatnya di saat yang tepat. Mungkin, Allah ingin saya terus dan lebih semangat lagi dalam berkarya sampai saat itu tiba. Sembari memantapkan jawaban atas pertanyaan seorang teman “What do you wanna be? What is the purpose of you writing short story?”. Sampai saat itu tiba. Saat saya dan karya saya benar-benar pantas untuk didengar telinga saya sendiri dan menangkap piala besar itu di atas panggung sana. Suatu saat nanti 🙂

Jadi, gimana rasanya menerima piala di atas panggung?

Kita lihat saja nanti 😀

Advertisements

One thought on “Gimana sih rasanya menerima piala di atas panggung? :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s