Nasihat dari Pustakawan

Nasihat memang bisa datang dari mana saja kawan. Seperti hari ini, nasihat pustakawan di kampus membuatku terharu. Sebuah nasihat yang membumbung menjelang ramadhan. Subhanallah, betapa Allah senantiasa mengingatkan hambanya ya. Alhamdulillah 🙂

Hari ini aku meminjam beberapa buku bacaan yang khusus kupinjam untuk persiapan liburan. Ada enam novel dari satu pengarang yang sama memenuhi daftar peminjaman akunku.

“Banyak banget, Nak pinjemnya? Buat liburan yah?”

“Iya, Bapak…hehehe.”

“Tapi jangan lupa lho ya. Alqurannya juga dibaca.”

Wajahku sontak mendongak, “Iya, Pak. Itu pasti insya Allah!”

Aku keluar ruang koleksi dengan mata berkaca-kaca. Beberapa hari terakhir aku memang sedang merasa menyelingkuhi Alquran dengan bacaan-bacaan lain, baik yang menyenangkan, maupun yang menyusahkan (baca: bahan ujian). Bapak itu mengukuhkannya.

Nasihat Bapak tadi mengingatkanku dengan ayah dan ibuku di rumah. Merindukan rasa super-bahagia yang kudapatkan ketika mendengar sepotong nasihat dari mereka. Dari dulu aku senang sekali nasihat yang berbalut kasih sayang dan kelembutan. Aku senang dianggap anak kecil yang senantiasa diingatkan ketika berbuat kesalahan. Dituturi dengan kalimat yang bijaksana. Hari ini dari pustakawan kampus, aku kembali mendapatkan itu. Segala puji atas kebesaran-Mu Ya Rabb. Sebuah teguran sebelum memasuki ramadan-Mu 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s