Limandiri

Limandiri. Di awal September yang kata orang ceria ini, saya resmi dilepas ayah dan ibu. Untuk ke Depok lagi. Untuk kuliah lagi. Semester lima sudah. Hampir-hampir saya terlena dengan skenario Allah selama liburan ini, yang menyadarkan saya atas satu hal: ternyata selama ini Allah masih mengirimkan rahmat-Nya melalui beberapa sosok baik yang menemani hari-hari saya. Saya ini memang terbiasa ditemani, hingga seringkali takut berjalan sendiri. Hanya saja, selama ini saya mengimani bahwa Allah tak akan membiarkan saya sendiri jika saya memang tak mampu untuk itu. Dan tahun ini saya merasakan beberapa sosok baik itu mengisyaratkan saya untuk berjalan sendiri. “Kamu harus lebih mandiri.” kata ayah semalam. Semoga Allah sudah mempercayai saya untuk lebih mandiri memangku diri di semester lima ini. Satu hal yang perlu diingat, ada Allah dan malaikat-Nya yang melihat dan mencatat bagaimana kita mengatur diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s