Teman saya menuliskan mimpi-mimpinya di blog miliknya. Menjadikan teman-teman “virtual”nya menjadi saksi setiap coretan yang menandai bahwa mimpi itu telah selesai dicapai. Setelah saya lihat-lihat lagi, coretannya semakin banyak. Wah, boleh juga caranya. Sepertinya saya butuh “saksi” agar mimpi-mimpi saya itu tak teronggok pasi di dalam hati. Biar saya malu, ada banyak mimpi yang dibiarkan berlalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s