Menunggu Hati Memanggil

“Allah ngasih kamu bakat nulis pasti ada tujuannya, Suchz.”

Itu kata teman saya. Menanggapi semangat saya yang melemah akhir-akhir ini. Entahlah, Bloggy, saya sedang merasa disorientasi atas jalan hidup yang harus saya lalui. Saya bingung 🙂

Rasa bingung itu datang begitu saja, Bloggy. Tanpa saya minta. Tak bisa saya kendalikan. Saya tidak tahu apa sebab dan alasannya.

Tiba-tiba saya ingin berhenti.

Saya merasa selama ini saya terlalu memaksakan diri. Entah benar, entah tidak, sampai sekarang saya masih belum mengerti.

Yang saya tahu, menulis itu panggilan hati.

Kalau hati belum memanggil

Tak usahlah memaksa menulis

Untuk eksis?

Tak perlu berhari-hari mematut diri,

Mencari-cari cara agar dering hati itu berbunyi

Alam itu tak punya tombol

Hati itu sendiri yang jadi tombolnya

Tak bisa bersuara jika belum waktuya

 

Yang perlu dilakukan cukup melatih hati

Agar semakin peka dalam kata, baca, dan cerita

Agar dia cepat memanggil lewat suara

Yang bukan cepat, melainkan datang tepat

 

Mungkin saya memang akan berhenti. Menunggu hati memanggil.

Semoga hati saya cepat memanggil. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s