Hai, Bloggy.  Apa kabar?

Sedikitnya ada dua manusia yang turut semangat mewujudkan impian saya. Namun, lagi-lagi saya mengkhianati semangat mereka dengan keterkungkungan yang saya ciptakan sendiri. Hasilnya, masih jadi mimpi. Lama-lama saya merasa jauh di sekujur tubuh ini harus direparasi. Ada yang tidak beres, pasti.

Masih ingat degan kisah Burung Pipit dan Petani Gergaji?

Berulang-ulang saya menceritakan cerita itu, tak pernah bosan meski yang mendengar sudah amat sangat muak. Saya juga bingung kenapa saya tak bosan-bosan. Agaknya ketidakbosanan itu wujud dari tuntutan diri yang butuh sugesti. Jadi, artinya saya belum benar-benar memahami? Ya, belum benar-benar bisa mengambil dan mempercayai hikmah kisah itu. Huft.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s