Surat Kecil untuk Pi Son

“Hai, Pi Son! (ketuk-ketuk pintu kandang sambil menempelkan ujung jari) Assalamualaikum”

Lalu kau selalu mengendus-endus ujung jariku tanpa menggigitnya. Seberapa lama pun aku tak pulang dan menyapa, kau tetap memberikan reaksi yang sama setiap kali aku melakukannya.

“Pi Son, apa kabar?”

Lalu kamu berjalan cepat, berputar-putar, atau gegas menaiki lorong ajaib menuju atap. Kamu baik, ya aku tahu itu.

“Maaf, ya, lama kutinggal. Persediaan makan buat tiga hari gak kurang kan? Hehe. Habis ini kamu aku kasih sayur dah buat hadiah. Aku habis dari (sini), Son. Huaa gilaa, cape banget. Tapi seneng! Eh, eh, tahu gak…..”

Lalu aku bercerita seperti orang gila. Dan kamu, bersikap biasa saja dengan aktivitasmu. Tapi kamu selalu mendekat setiap kali kuketuk pintu kandang.

“Hari ini aku seharian di kamar. Yey. Ayo bersih-bersih kamar dan kandang!”

“Malam ini aku mau begadang. Kamu aku lepas kandang. Silakan main di kamar keren! Yey!”

Lalu aku membuka kandang. Dan kamu keluar pelan, berjalan-jalan hampir ke seluruh sudut kamar. Kamu hilang, tapi aku yakin kamu pasti kembali. Kubiarkan saja kandang terbuka dan kau pasti kembali ke sana.

“Berangkat dulu, ya! Assalamualaikum!”

Aku kembali mengetuk-ketuk pintu kandang sambil menempelkan ujung jari dan kau lekas menghampiri untuk mengendusnya. Menjawab salamku, bukan? Ah, ritual ini akan sangat kurindukan.

“Hey, aku mau pulang kampung. Kamu aku titipin temen ya. Bukan, bukan yang kasih kamu kandang. Hm, you know lah, Son. Hehehe.”

“Pi Son, kamu udah tua banget. Sebentar lagi kamu mati, ya? Boleh gak, aku minta sesuatu. Kalau kamu mati jangan ketahuan aku dong. Hahaha.”

Pi Son, kamu percaya pada sebuah firasat?

Menjelang lebaran, ada satu hal yang sangat ingin kulakukan, yakni menuliskan surat kecil untukmu. Sayangnya, banyak hal membuatku tak juga menerbitkannya. Haha, aku tahu aku sedikit lebay soal perasaan. Dari semua makhluk yang Tuhan ciptakan, kamu adalah sosok yang paling ingin aku mintai maaf. Bukankah aku teramat sering mendzolimimu?

Aku tahu ini gila, tapi tetap ingin melakukannya. Menulis surat untukmu? Hahaha.

Entah kenapa aku merasa harus ada sesuatu yang kupersembahkan untukmu di lebaran tahun ini. Entah kenapa pula aku merasa kamu akan segera pergi, mati.

Ah, Pi Son. Kamu sempurna tahu apa yang paling kutakutkan di dunia ini. Satu kata itu, kehilangan. Dan kamu sempurna tahu pula bahwa setiap kali aku menyayangi sesuatu aku akan mundur mengambil jarak dan bersiap merasakan kehilangan. Tak terkecuali kamu.

Haha, siapa kau? Hanya seekor hamster ingusan yang suka pipis sembarangan jika keluar kandang. Sering kan, aku tanya kapan kamu akan mati? Ya, biar aku siap-siap. Siap-siap membangun benteng agar aku tetap terlihat kuat.

Pi Son, aku minta maaf.

Aku sering meninggalkanmu lama karena kesibukanku. Sering lupa beli makan dan memberimu makan biskuit atau roti sisa semalam. Hehehe, dzolim banget aku sama kamu ya. Tapi kamu selalu senang diberi makan apa saja.

Pi Son, aku ingin berterima kasih.

Terima kasih telah mengerti aku selama ini. Terima kasih telah mendengarkan curhatan gilaku. Terima kasih selalu membangunkanku setiap malam. Di sini, entah kenapa aku sangat merindukanmu!

Pi Son, aku takut.

Aku takut kamu mati sebenarnya. Aku takut kehilanganmu. Tapi aku sadar waktumu memang tak lama lagi.

Mohon maaf lahir batin, ya. Selamat lebaran, Pi Son 🙂

Semalam aku bermimpi gigi gerahamku putus. Kata ibu, itu artinya ada saudara yang akan meninggal. Ya, aku tahu itu mitos. Tapi begitu aku menyalakan ponsel dan melihat pesan dari seorang teman. Rusaklah selera pagiku.

Selagi lagi terima kasih. Terima kasih kamu mengabulkan permintaanku dengan tidak mati di hadapanku. Aku akan tetap menyimpan kandangmu 🙂

“PI SON, AKU SEDIH!”

Tegal, 11 Agustus 2013

08.44 WIB

dengan segala rasa

Advertisements

One thought on “Surat Kecil untuk Pi Son

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s