Tapi Gembok dan Kunci

Hai, Bloggy. Masih ingat tulisan saya tempo hari, kan? Ah, ya, tentang kereta dan stasiun.

Di luar sana sedang hujan. Ada kilat sedikit menyambar dan derai daun tua di ujung ranting pohon banyak yang berjatuhan. Karena angin yang sedikit bingar geraknya. Dan, malam ini saya teringat sebuah analogi lagi. Bukan kereta dan stasiun, tetapi gembok dan kunci :))

Gembok dan kunci adalah sepasang penjaga pintu pemilik rumah. Keduanya bertemu hanya saat pemilik rumah sedang di rumah. Namun, ketika pemilik rumah pergi, gembok dan kunci harus berpisah karena amanah.

Gembok hanya mau oleh kunci yang hanya diciptakan untuknya. Kunci yang selalu dibawa pemilik rumah. Soal kapan masa bertemu, baik gembok maupun kunci sama-sama tak punya kuasa. Keduanya hanya yakin pertemuan mereka adalah berkah atas izin Sang Pemilik Rumah :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s