Pascakampus!

“Kamu mau balik tanggal berapa, buruan diselesaikan urusannya.”

“Masih nanti, kok ibu ngusir, sih?”

“Lha, bukannya ngusir, cuma ngingetin nanti giliran udah mau balik aja panik belum ketemu inilah, belum ke rumah si itu lah. Silaturahmi jangan lupa. Orang kamu di rumah mulu, tumben-tumbennya.”

“Kan lagi ngerjain skripsi.”

“Iya, makanya. Ibu cuma ngingetin cepat diselesaikan urusannya sebelum balik ke Depok.”

***

“Ayah maunya Mba kerja di sini apa di Depok?”

“Kamu seneng gak di Depok?”

“Seneng, sih.

“Yaudah, di sana aja gak papa.”

“Tapi ayah senengnya Mba di mana?”

“Ya, maunya ya di sini, lah. Biar kumpul. Kamu kan empat tahun gak tinggal bareng keluarga. Belum nanti kalau nikah juga ikut suami, kan.”

“Mba juga pengennya di Tegal aja. Tapi belum tahu mau ngapain kalau di sini.”

***

“Nanti kalau sudah besar jadi anak pinter, ya, Nak. Biar kayak Mbak Indri.”

“Eh?”

“Iya, nanti kuliah ya di Jakarta. Biar bikin orangtua bangga. Sukses.”

#garuk-garuk kepala

***

“Emang kamu digaji berapa kerja kayak gitu?”

“Lima belas ribu sehari. Alhamdulillah hehehe.”

“Alhamdulillah. Capek ya pasti?”

“Iya. Tapi ya mau bagaimana lagi.”

***

“Ini cucu saya yang kuliah di Jakarta, mumpung sedang pulang. Saya ajak main-main.”

“Oh, ini, ya…..”

#bete sejadi-jadinya!

***

“Sini, sini, salim dulu sama Mba Indri. Sini!” Sang ibu bersemangat melihat saya lewat.

Lalu anak-anak berebut tanganku. Sedih melihat harapan-harapan yang begitu besar. Saya bisa apa?

“Eh, gak pada sekolah?”

***

“Wah, nanti wisuda, ya? Mau dong pada ke sana. Mau lihat Mba Indri wisuda. Nanti kita nyarter mobil ya bareng-bareng ke sana.”

#tepok jidat!

***

“Uang satu bulan gak pernah cukup, gali lubang tutup lubang. Ini aja anak belum bayar sekolah tiga bulan” cerita tetangga.

#cuma bisa nelen ludah, gak bisa bantu apa-apa

***

“Anaknya ibu ini kerja di Bank. Anaknya Pak itu juga kerja di Bank. Katanya gajinya lebih besar dari bapaknya, Mbak.”

“Mereka ‘kenal’ sama orang-orang sekitar sini, gak, ya, Bu?”

“Enggak, kayaknya. Kan emang udah jarang bergaul dari kecilnya. Beda sama kamu.”

***

Pascakampus!

Hug!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s