Allah Maha Penyayang

Hai, kau tahu Bloggy, bulan di luar sedang indah sekali. Menelurkan kuning keemasan yang bersemu malu di bawah lembayung malam. Malam tadi, dia tak sebersinar sekarang. Wajahnya masih pucat meski telah sempurna bulat. Lantas, ketika malam bertambah gelap, aura cantiknya semakin mempesona.
Kamu masih ingat kan, Bloggy, filosofi malam gelap yang sering saya agung-agungkan? Malam yang paling gelap adalah malam menjelang fajar. Yah, sepakat! Ternyata sinar bulan temaram itu juga muncul pada detik malam mengeluarkan titik tergelapnya. Ah, betapa syahdunya. Bahwa jika kita mau melihat lebih dekat, keindahan suatu masalah adalah ketika sudah berada pada titik klimaksnya. Saya tidak bohong, sungguh. Setidaknya, bukankah saat itu kamu jauh lebih dekat dengan Tuhanmu?
Jika yang mendekatkan kita kepada Allah adalah masalah-masalah itu, betapa besar jasa si masalah itu, bukan?
Allah Maha Penyayang. Itu hal pertama yang saya tahu ketika belajar mengenal Tuhan saya, sewaktu kecil dulu. Dan saya sangat percaya, tentu saja.

Depok, menjelang pagi
9 September 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s