Sorelangit: Sebuah Kartu Pos

PhotoGrid_1416444013517

“Permisi, Bu, kalau yang namanya Suci Indriyani?” tanya Pak Pos yang hinggap di depan rumah. Wajah letihnya tak jauh beda dengan langit mendung yang membumbung. Sore itu, azan Asar belum lama menghilang, tapi Tegal sudah muram nyaris hujan. Mimik Tukang Pos itu tidak sekhas biasanya, yang mengantar kiriman tertutup rapat. Mimiknya, penuh tanda tanya, seolah sangsi dengan “surat terbuka”  yang diantarkannya.

“Ya, ya, 33 kan, Pak? Sudah ditunggu-tunggu.” jawab ibu saya semangat. Di keluarga saya, rumah yang disinggahi tukang pos menghadirkan sentuh kebahagiaan tersendiri.

“Nih, Mba. Cuma begini?” kata si ibu. Menyerahkan surat tanpa amplop itu kepadaku. Sepertinya, dibanding ekspresi Pak Pos, ekspresi ibu lebih menyenangkan untuk diceritakan. Hehehe.

“Haha, iya, ini namanya Kartu Pos, Bu. Dia suka banget foto-foto. Itu yang dikirim foto dia sendiri.” kata saya, sedikit menjelaskan. Pesona kartu pos yang singgah di rumah pun selesai.

Hai, Faradila Zuchrina, Yang Dinormalkan lagi Tiada Diagungkan.

Terima kasih, ya, kiriman kartu posnya sudah sampai dengan selamat. Benar-benar dengan selamat, lho. Karena terlambat sedikit saja, kartu ini pasti sudah diguyur hujan. Ya, sekarang langit Tegal sudah menyerah menahan awan kelabu yang membuncah. Well, saya ingin hujan-hujanan. Ibu sudah mengizinkan, kemudian bilang, “beneran?”

Dan saya pun berpikir ulang. #inigakpenting

Baiklah, Tabik juga untuk seluruh keluargamu. Sampaikan pada ibumu, saya masih senang bercerita dan selama itu terjadi, semuanya akan baik-baik saja, insya Allah. Oh ya, kamu boleh menunggu suratku :))

 Dalam hujan dan keinginan,

Tegal, 191114

15:30

PS: selain keduapuluh lima kartu yang belum dikirim, saya (juga ibu) sangat menunggu kiriman foto aurora yang ditangkap kameramu, tanpa batas waktu. Hm, soal, Sea World mungkin kita harus mulai mengikhlaskannya, mau bagaimana lagi.

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Sorelangit: Sebuah Kartu Pos

  1. Pingback: Warkat Tiada Beramplop | AVANT-GARDE 91

  2. Pingback: Warkat Tiada Beramplop | AVANT-GARDE 91

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s