Cerita Aja

Hai, Bloggy. Apa kabar? Semoga sedang baik, ya.

Hari ini Tegal panas sekali. Seharusnya sekarang saya sudah mulai mengerjakan artikel kantor (seperti biasa). Bulan depan temanya tentang bintang, sudah banyak bahan menyenangkan yang siap dirangkai menjadi cerita mengenyangkan. Tapi, semangat saya belum sepenuhnya ON buat nongkrongin laptop berjam-jam. Pasalnya,sudah seminggu ini saya sakit, sepulang dari Pare.Sekarang sih sudah baikan, alhamdulillah. Cuman ya itu, kayaknya harus cerita sama Bloggy dulu deh biar makin semangat, hihihi.

Yuhuuu, jadi beberapa waktu lalu saya main ke Kampung Inggris, Pare, Kediri. Bloggy pernah denger kan pasti? Hm, gak banyak hal seru yang saya rasakan selama di sana. Saya pikir, Pare seperti memiliki keekslusifan yang membuatnya serupa dunia tersendiri. Ah, jelek sekali bahasa saya, maaf ya. Ya, jadi, di sana itu, selain semua orang belajar bahasa Inggris (iyalah, namayanya juga Kampung Inggris) saya merasa Pare juga dijadikan sebagai tempat pelarian. Hahaha.

Kebanyakan yang stay di sana adalah orang-orang dalam status “menunggu”. Menunggu tes SBMPTN tahun depan setelah gagal di tahun sebelumnya, menunggu mendapat panggilan kerja, menunggu pengumuman beasiswa, menunggu kembali masuk kerja/kuliah a.k.a ngabisin liburan atau mungkin ada yang sembari menunggu jodoh dengan mencarinya di sana, *huadesigh. Yah, seperti itu kira-kira, intinya menggunakan waktu luang untuk sesuatu yang bermanfaat: belajar bahasa Inggris.

Jadilah, berbagai orang dengan latar belakang itu berkumpul dan berserikat mengeluarkan pendapat (apasih) dengan menjalani rutinitas baru. So, gak heran kalau di sana banyak sekali anak-anak remaja yang cinlok, bahkan sama tutornya. Selama di sana, saya memilih untuk menjadi seorang apatis yang jarang bergaul, haha. Entahlah, saya lebih senang menghabiskan waktu sendirian di kamar daripada jalan-jalan bersama teman-teman. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin sih, karena saya hanya dua minggu di sana. Waktu yang sangat singkat buat belajar bahasa, kalau Bloggy mau ke sana, paling gak sebulan deh. Biar kerasa! Hehehe.

Oh ya, waktu di sana, saya dapat kabar kalau saya menang lomba cerpen dan diundang panitia buat dateng dan menerima penghargaan di atas panggung. Yaaaaaah, lagi-lagi gak kesampean naik panggung, hiks. Tapi alhamdulillah, akhirnya menang lomba lagi hihihi.

Selama dua minggu itu, saya tidak menemukan banyak hal menarik, bahkan hampir tak ada yang bisa saya tulis. Sampai dua hari sebelum pulang, ketika saya ke pasar bersama teman, saya disadarkan bahwa saya sedang berada di tempat yang sangat menarik. Bagaimana tidak, setiap hari saya menemukan adanya campur kode dan alih kode dari masyarakat sekitar. Wow, itu kan objek penelitian yang sangat menarik. Aih, kenapa baru sadar sekarang, pikir saya waktu itu.

Meski hanya dua minggu, meski tak semenyenangkan yang saya pikir (mungkin karena saya ke sana sendirian), pengalaman kemarin cukup memberi saya banyak pelajaran. Well, akhirnya saya pulang dan tepar, hahaha. Udah deh, kepala saya masih cenut-cenut nih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s