moving on

Hai, jangan karena kemarin saya posting soal patahati dan sekarang move on terus Bloggy jadi mikir saya beneran patah hati (emang gak bener? #plak) hahaha.

Hm, Bloggy sudah nonton film Assalamualaikum Beijing belum? Salah satu soundtracknya itu ada lagu Ridho Roma, yang bunyinya moving on..moving on..moving on…dengan cengkok dangdut, wkwkwk. Sepertinya saya (sedikit) salah fokus. Hihihi.

Hokey. Saya masih belum sepenuhnya mantap untuk tinggal (lagi) di Depok. Tapi, saya belum cukup kuat untuk pulang ke rumah. Akhirnya saya menemukan indekos baru. Yah, saya harus pindah lagi. Itulah kenapa saya menulis ini. Berpindah itu rasanya nano nano. Masim asam asin, tapi sama sekali ramai haha. Bicara soal pindah, ada hal-hal yang sulit dijelaskan. Tapi saya pikir, kodrat manusia memang harus berpindah untuk menandakan ia masih baik-baik saja menjalani hidup.

Saya banyak mengalami perpindahan selama di sini, Bloggy. Sejak tahun pertama di asrama, menikmati suasana kekeluargaan yang menyenangkan. Lalu saya mengontrak rumah di tahun berikutnya. Menjalani kehidupan anak kontrakan yang menyatukan beberapa kepala dalam satu rumah. Itu tidak mudah. Saya cukup sulit beradaptasi kala itu.

Setelah dua tahun, ketika mulai merasa nyaman. Saya harus pindah. Waktu itu saya pindah ke indekos di daerah kukusan teknik. Jauh dari peradaban, sedikit terpencil. Tapi sangat nyaman untuk mengumpulkan puing-puing skripsi yang berserakan. Saya tinggal sendiri, mengeksplorasi kamar saya sendiri, punya ibu kost yang baik, bisa masak setiap hari. Membuat saya punya cita-cita baru selain menjadi ibu rumah tangga yang baik, saya ingin jadi ibu kost yang baik. Amiiin.

Tidak sampai setahun, saya harus pindah lagi. Ke rumah tahfidz, alasannya pernah saya ceritakan tempo hari. Semoga kau masih ingat. Lalu saya harus kembali beradaptasi, menemui aturan-aturan baru, teman-teman baru, dan segala macamnya. Sampai jadi sarjana, sisi manusiawi saya mendorong untuk pindah juga. Saya harus pulang ke kampung karena ada beberapa urusan keluarga yang harus saya selesaikan. Urusan hati juga hahaha.

Sampai pada akhirnya saya kembali ke sini. Dan, ah, ya, saya sepertinya lupa mengabarkan kabar baik. Alhamdulillah saya  bisa menerbitkan kumpulan cerpen saya di penerbit online, Moco. Itu semacam aplikasi ebook gitu, sih. Itu hasil renungan saya selama tiga bulan di Tegal hehehe.

Ya, saya harus pindah lagi. Mencari indekos lagi. Membeli barang-barang kebutuhan kamar lagi. Menghias kamar lagi. Merapikan buku-buku lagi. Dan lagi-lagi yang lain. Huh. Lelah? Hahaha. Dan saya merasa ini semua hanya sementara. Jadi nanti bakal pindah lagi dong?

Ada banyak alasan kenapa pada akhirnya saya memilih pindah. Dan alasan-alasan itu, yang beraneka ragam itu, yang tak mungkin saya ceritakan satu demi satu itu, pastinya mampu mengalahkan segala rasa nyaman yang sudah muncul sebelumnya. Bloggy, kau lihat tidak kalau saya sedang mengetik ini sambil menangis? Pada beberapa sisi saya merasa amat sangat melankolis.

Ya, pada akhirnya kita harus siap mengulang semuanya dari awal lagi. Seiring tempat tinggal yang berpindah-pindah, orang-orang juga datang dan pergi. Saya sudah cerita kalau sahabat saya baru saja menikah? Saya merasa kehilangan, tentu saja. Manusia itu berubah, saya banyak kehilangan orang-orang yang saya sayangi. Ya, saya sepenuhnya sadar bahwa semua di dunia ini adalah makhluk, kecuali Allah. Dan semua itu bisa pergi kapan saja.

Pindahan kali ini terasa berbeda dari sebelum-sebelumnya. Karena di tempat yang baru ini, saya benar-benar akan bertemu dengan hal yang benar-benar baru. Teman salah satunya. Entahlah, tapi saya pernah berdoa, saya ingin Allah memberikan saya teman karena saya takut sendirian. Dan setiap saya pindah, selalu ada teman yang sudah saya kenal sebelumnya. Setidaknya itu mengurangi usaha saya untuk beradaptasi. Ibu juga selalu bertanya, “Ada temannya gak?”

Dan seringnya saya menjawab iya.

Saya selalu menunggu saat-saat saya bisa sendiri dan bertemu inspirasi. Tapi saya tidak suka sendirian. Di kosan baru ini, saya benar-benar akan menjadi orang baru. Pribadi baru, menikmati dunia baru. Tidak kenal siapa-siapa. “Kamu orang yang punya personality yang bagus, Suci.” kata seorang teman. Menurutnya, saya tipe orang yang mudah mendapatkan banyak teman. Ya, mungkin sih.

Saya merasa Allah selalu mengabulkan doa saya ketika saya selalu bertemu dengan teman dalam melakukan suatu pekerjaan baru. Karena saya pikir, Allah tahu kalau saya belum bisa bekerja sendiri. Dan kini, ketika saya sendiri, mungkin memang sudah saatnya saya bisa sendiri. Dan Allah sudah mempercayai saya untuk melangkah seorang diri. Kalau Allah sudah percaya, saya pasti bisa kan sebenarnya? Hehehe.

Mungkin ini salah satu jalan yang harus saya lalui, agar saya mulai memikirkan tentang pendamping hidup? Hahaha. Seperti yang teman-teman saya ramai bicarakan. Hahay, entahlah.

Suatu saat saya pasti akan pindah lagi, entah berapa kali lagi. Mungkin saya akan pindah ke rumah mertua, ngontrak bareng suami, dinas ke luar kota, dan terus berpindah-pindah sampai beratapkan tanah. Mati. Lantas bagaimana keadaan saya di akhirat kelak. Ya Allah, segala hal di dunia ini pasti berujung ke sana. Kita harus mempersiapkannya, Bloggy. Benar-benar harus mempersiapkannya. Agar di akhirat nanti kita tidak terlunta-lunta.

Hm, baiklah, soal pindah ke mana pun nanti, saya siap menjalaninya dengan sepenuh hati. Karena saya percaya, di setiap perpindahan selalu ada rahmat kecil Tuhan :))

Terima kasih, ya. Saya merasa sedikit lega. Air mata saya sudah kering sekarang. Tapi rendaman cucian masih basah di belakang, wkwkwk. Okey, sudah dulu yah. Doakan saya betah di tempat baru sebelum pindah ke tempat kamu, yang gak tahu siapa itu (*ups!) ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s