Shadow Teacher

Hai, Bloggy. Kamu sehat?
Kepala saya sedang pusing. Sepertinya tekanan darah saya turun. Hm, satu hal yang menyita pikiran saya belakangan ini adalah soal tanggung jawab saya sebagai shadow teacher. Aih, saya belum menceritakannya, ya?
Yah, sudah tiga hari ini saya menjadi shadow teacher ABK di sekolah inklusi di Jakarta. Seperti apa rasanya? Huah! Saya hanya bisa menghela napas panjaaaaang. Kalau soal ritme pekerjaan, saya sangat menikmati. Ada di sekolah membersamai anak-anak sepanjang hari: hanya itu yang tergambar setiap saya merumuskan mau kerja apa. Alhamdulillah. Semoga ini tempat terbaik yang Allah pilihkan untuk saya.
Lantas, apa masalahnya?
Soal tanggung jawab itu tadi, Bloggy. Saya berkewajiban membuat laporan perkembangan ABK saya setiap hari. Dan sampai hari ketiga ini saya masih tidak tahu mau menulis apa. Hanya ada satu hal yang ingin saya lalukan: merombak aturan dan budaya orang-orang sekitar dalam memperlakukan ABK.
Ah, saya harus menjeda. Maaf.
Nanti saya lanjutkan ya. Sepertinya saya memang harus mengurai benang kusut di kepala saya kepada Bloggy sebelum saya buat laporan itu. Tunggu ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s