Berdirinya Tempat Pensil

Ada hal yang membuat saya mengerjap takjub ketika membersamai bocah luar biasa itu. Salah satu kebiasaannya di sekolah adalah memberdirikan tempat pensil yang ia punya. Dan hal itu dianggap buruk oleh guru dan teman-temannya. Alasannya sederhana, jika tiba-tiba terjatuh akan menimbulkan bunyi gaduh. Mengganggu.

IMG_20150224_094246

Hampir setiap anak yang melewati mejanya akan berujar “Gak boleh begitu, tempat pensilnya ditidurin.” sembari menidurkan tempat pensil yang berdiri itu. Bocah itu akan mendengus kesal, tidak mempedulikan. Kecuali jika yang berkata demikian adalah gurunya, ia menurut sementara. Jika guru itu pergi, tempat pensil itu berdiri lagi. Dan raut wajahnya bahagia sekali. Namun, sayang, kebahagiaan itu terlihat surut ketika gurunya kembali. Saya tidak bisa banyak bicara. Hanya menurut saja.

Di hari pertama saya membersamainya, ia banyak mempertanyakan, “Boleh gak, Bu?”, hal kecil yang menurut saya sah-sah saja dilakukan. Seperti soal tempat pensil yang berdiri itu. Beberapa saat kemudian saya baru tahu bahwa apa yang dia tanyakan adalah semua yang tidak boleh ia lakukan. Larangan dari orang-orang sekitar. Dengan alasan kerapian. Anehnya, meski sudah dijawab tidak, hal yang tidak boleh dilakukan terus saja dia lakukan. Terus dipertanyakan. Yah, namanya juga anak-anak, apalagi seluar biasa itu.

Dia sempat “liar” ketika larangan itu semakin banyak. Sampai pada satu waktu yang saya pikir tepat, pelan-pelan saya bertanya alasannya. Kau tahu apa jawabannya? Kita panggil dia “Nak” saja, ya hehehe.

“Nak, kenapa sih seneng banget berdiriin tempat pensil? Bagus yah? Kenapa gak ditidurin aja?”

“Nak belajar duduk, Bu. Gak tidur gak. Tidur pensil gak, diri, belajar duduk, Ibu…” begitu kira-kira ia menjawab dengan nada gemas.

“Cieeee, kereeen bangeeet!”

Saya lepas kendali. Ia tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi saya yang alay dan sedikit berlebihan. Fyi, esok harinya dia jadi seneng bilang “cieee” #ugh!

Mata saya sontak berkaca-kaca. See? Dia sedang merepresentasikan tempat pensil itu dengan dirinya sendiri. Dia tidak sedang tidur, kenapa tempat pensilnya harus tidur? Dia sedang duduk. Dia sedang belajar. Subhanallah, keren banget kan? Filosofis.

Akhirnya, kami punya kesepakatan. Ia akan menjaga tempat pensilnya tetap berdiri, tidak jatuh dan membuat gaduh, selama pelajaran berlangsung dan kami duduk di bangku. Yah, dia tidak mau dirinya sendiri jatuh, kan? Hehe. Sedangkan ketika ia keluar kelas atau istirahat, tempat pensil itu tidur, istirahat.

Tapi yah, orang biasa saja sering lupa jika sudah sepakat. Apalagi bocah luar biasa ini, hehehe. Setidaknya, semakin hari ia semakin menjaga janjinya 😉

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s