Rencana

Manusia tanpa rencana, seperti memasak tanpa melihat isi kulkas. Orang-orang “berkelas” menyebut rencana hidup dengan mimpi. Kita butuh mimpi agar hidup kita berarti, begitu katanya. Tapi ada juga yang bilang mimpi-mimpi hanya membatasi diri sendiri. Entah, siapa yang benar.

Terkadang dalam hidup, kita memang tak pernah bisa lepas dari rencana. Rencana sekecil apa pun, sejangka pendek apa pun. 

Pagi ini, di hari terakhir di Jakarta, tiba-tiba sekelebat pikiran menyeruak di kepala saya. Ternyata manusia itu memang sama sekali tak berkuasa ya, bahkan untuk menguasai satu detik di depan mereka sekali pun. Soal rencana yang raib begitu saja atau tentang bencana tak datang tanpa rencana. Ya, mana ada orang yang merencanakan bencana.

Dalam kehidupan sehari-hari saya, rencana seringkali luput dari tangan saya sendiri. Hal simpel, setiap malam saya selalu merencanakan mau melakukan apa saja esok harinya, termasuk memilih baju apa yang akan saya kenakan. Tapi paginya, begitu saya membuka lemari, mendadak derai rencana kostum pagi itu bisa cepat saja berubah. Mendadak, ingin memakai baju lain. Atau kadang juga ternyata baju yang akan saya pakai belum disetrika sementara waktu yang saya perlukan tidak banyak.

lain hal, ketika pergi mencari makan. Dari kosan, seringkali saya sudah merencanakan ingin makan pecel lele. Tapi, begitu sampai di abang nasi goreng dan melihat kepiawaian si abang dalam menggoreng pilihan bisa begitu saja beralih.

Saya jadi berpikir, apakah saya selabil itu ya?

Huuftttttt -____-”

Yah, intinya kita gak punya kuasa untuk mengatur hal-hal di depan kita, sekecil apa pun. Tapi bisa belajar dari pengalaman. Kita bisa membaca pesan dari setiap kejadian.

Hm, soal hal-hal kecil di luar rencana tadi, setelah saya pikir-pikir, keinginan yang cepat berubah itu adalah keinginan yang tidak kuat. Maybe, saya sebenarnya gak bener-bener pengen kali ya.

So, pelajaran kedua pagi ini adalah kita harus yakin bahwa apa yang akan kita lakukan adalah benar-benar yang kita inginkan. Dan untuk sampai ke sana, emang butuh perenungan sih.

Tapi kalau udah merenung terus tetep juga gak ngerti apa sebenernya kita mauu, yaaaaaa, kita memaksimalkan rencana yang sudah ada lah! Fokus! Konsisten!

Dan, bersemangat!

Advertisements

One thought on “Rencana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s