Suci

Apa kabar, Bloggy.

Rindu rasanya saya bercakap denganmu. Menyeru segala deru yang tersembunyi dibalik kata-kata sendu. Baik saya maupun kamu, sama-sama tiada yang benar-benar tahu.

Sepagi ini, seharusnya saya sudah mengepel lantai, mencuci piring, dan bersiap mencuci baju-baju yang sudah seminggu menggunung. Tapi saya masih saja di atas kasur, berselancar ke sana ke mari, sesekali turun untuk makan dan ke kamar mandi.

Pening. Kepala saya migrain dari semalam. Beruntung hari ini tidak ada jadwal mengajar, saya bisa sedikit nyantai menuntaskan tugas-tugas rumah. Kamu bagaimana, Bloggy?

Entah bagaimana, tetiba saya teringat lagunya Sasina yang berjudul Suci. Yeah, nama saya sendiri. Sembari mereka-reka dan menjerang ingatan tetang deretan liriknya, saya coba putar mp3.nya dari internet. Well, saya tidak punya playlist hahaha.

Kalau sudah begini, ini lagu bakal terngiang-ngiang terus sepanjang hari.

Daun-daun mengayuh langkah, berguguran hujani mataku. Seakan memeluk hatiku. Menyentuh hati yang tak mencintaimu.

Dirimu seakan penuh tanya, inginkan cinta memadu kata. Dirimu bagai bidadari, miliki cinta yang tak sebatas puisi.

Tanyakan pada hati, akankah cinta sesuci embun pergi di surga. Bicaralah pada daun gugur. Inikah cinta tuk selamanya (

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s