Ternyata Ada yang Baca Tulisan Saya

Kemarin, di bimbel tempat mengajar, saya bertemu dengan kelas 6 SD. Saya pikir saya akan bertemu dengan  anak yang biasa saya ajar, ternyata ini kelas baru. Ada dua gadis berjilbab yang duduk manis di bangku kelas. Anak manis, batin saya. Untuk anak semanis itu, saya tidak memerlukan banyak tenaga untuk mendamaikan kelas, tidak seperti di kelas 6 yang lain. Saya harus siap mendongeng di depan kelas dengan cerita yang menarik perhatian mereka, baru mereka mau nurut sama saya. Hahay, jadi kangen.

Okey, balik ke cerita. Pembelajaran berlangsung lancar, jadi selesai sebelum sesi berakhir malah. Karena materinya masih tentang “mengisi formulir” saya minta mereka mengisi data diri dan mengubahnya menjadi biodata narasi. Well, saya jadi tahu, mereka berdua ternyata hobi menulis.

“Kalau cerpen saya ada banyak, Kak, di laptop. Tapi belum berani dikirim ke KKPK.” ceritanya.

“Ayo! Hal paling sulit memang memulai, kok. Tapi kalau kamu udah berani mulai, nanti keterusan, deh. Seru, tahu.” jawab saya, sambil ngomong ke diri sendiri juga hihi.

Mereka berdua hanya senyum-senyum saja. Saya minta di pertemuan berikutnya mereka membawa salah satu karya mereka. Permintaan itu disambut antusias, senang sekali mereka, bersemangat sekali mereka, sedangkan saya?

Saya kemudian bercerita tentang Kisah Kakek dan Koin Penyok. Mereka mendengarkan dengan saksama. Kalau di kelas 6 yang satunya, saya tak akan cukup bercerita sambil duduk. Perlu berdiri, berjalan ke sana dan ke mari untuk memeragakan adegan tokoh dalam cerita. Aih, sepertinya saya benar-benar kangen mereka!

“Mau lagi dong Kak, belajar bahasa Indonesia!”

“Dan aku mendapatkan inspirasi dari cerita kakak!”

Begitu komentar mereka. Mendengarnya, lega saja.

Pelajaran berlanjut tentang cita-cita. Salah satu di antara mereka senang sekali dengan Jepang dan segala macamnya. Dia ingin kuliah di Jepang, tapi disuruh orangtuanya kuliah di UI. Yap, mereka masih SD tapi sudah sejauh itu persiapannya ya. Jadi malu.

Dia bertanya banyak hal, termasuk tentang keadaan umat Islam di Jepang. Mantap-mantap ya anak zaman sekarang. Saya bilang, di setiap negara pasti ada komunitas muslim, dia bisa gabung ke gitu. Dia bisa jadi agen Islam hebat di Jepang nanti.

“Muslim yang banyak di Hamamatsu, ya, Kak.”

“Iya. Aku kemarin habis nulis tentang itu. Di sana masyarakat muslimnya sering bikin pengajian.”

“Iya, iya, aku baca.”

“Baca di mana? Kamu tahu Majalah Aku Anak Saleh?”

PhotoGrid_1445566578452

“Iya, Kak. Aku baca di situ!”

“Wah, itu kan aku yang nulis.”

“Ya, Allah, jadi itu Kak Suci kaka??”

“Iyaa.”

“Waah aku suka baca tulisan kaka. Pengetahuan aku bertambah!”

“Haduuh dunia itu sempit ya.”

Well, ternyata ada baca tulisan saya. Semoga ada banyak anak di luar sana yang bisa mengambil manfaat dari apa yang saya tulis setiap bulannya. Ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga sebuah perjuangan. Bagaimana mungkin saya bisa kurang bersemangat?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s