Suami

Suami. Rasa-rasanya sudah saatnya saya memikirkan tentang satu kata itu. Pada satu waktu, siap atau tidak siap, saya pun, seperti selayaknya umat Nabi Muhammad saw. yang lain, perlu menikah. Isu pernikahan selalu menyisakan ruang menarik di setiap perbincangan. Pun bagi saya, semakin hari hal-hal yang terkait atasnya kian meresahkan saja. Saya jadi berpikir, sebernarnya bagaimana posisi suami di kehidupan saya kelak?

Setelah menikah, perempuan sepenuhnya mewajibkan diri untuk berbakti kepada suaminya. Bahkan, kata Rosulullah saw., jika sesama manusia dibolehkan bersujud, sang istri kiranya bisa sujud si hadapan suaminya. So, tergambar jelas lah ya, betapa pentingnya peran suami di kehidupan istri. Menikah berarti menyerahkan hidup sepenuhnya kepada suami. Tentu, kita gak mungkin sembarangan mencari suami. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk memutuskan menikah kemudian bekerja sama mengarungi hidup di dunia untuk tujuan akhirat.

Suami tak sekadar imam, tetapi juga partner ibadah seumur hidup. Di surah An-Naba, Allah berfirman bahwa Dialah yang menciptakan bumi ini sebagai hamparan (ayat 6), juga gunung-gunung sebagai pasak (ayat 7). Tak pernah sekali pun saya kehilangan takjub ketika menyaksikan ciptaan Allah tersebut. Bagaimana bumi terbentuk, bagaimana gunung menjulang lalu menjadikan bumi ini seimbang. Itu merupakan hal yang teramat besar untuk sekadar direnungkan. Lantas, setelah ayat tersebut (ayat 8) Allah berfirman tentang Dia yang menciptakan manusia berpasang-pasangan. Dalam benak saya, setiap pasangan yang telah menikah itu juga tak kalah istimewanya. Jadi, saya pun menganggap penciptaan sepasang suami istri juga suatu keajaiban. Betapa Allah berkuasa untuk menyatukan dua insan yang berjodoh di tangannya. Kelak, saya pun akan merasakan betapa ajaibnya menikah dan mengarungi hidup dengan pasangan. Amiin.

Lalu, setelah menikah apakah suami kita sepenuhnya menjadi milik kita? Nope. Sebesar apa pun rasa cinta yang hadir kepada pasangan kita, kita perlu sadar gak sih, dia tidak pernah sepenuhnya menjadi milik kita. Suami adalah hamba Allah, milik Allah sepenuhnya. Bisa Allah ambil kapan saja. Suami itu anak ibunya yang wajib tetap mengabdi seumur hidupnya. Ya, saya tahu itu. Sempurna tahu, tapi saya jadi takut jika sewaktu-waktu nanti sisi egoisitas dalam diri menuntut untuk memilikinya sepenuhnya. Kan gak lucu kalau saya cemburu sama ibu mertua sendiri. Apalagi cemburu sama kegiatannya yang berhubungan dengan umat (cieileh berasa bakal punya suami orang penting, wkwk)

Tapi, serius, deh, Bloggy. Saya sering bertanya kepada teman yang sudah menikah dan suaminya sibuk di luar rumah. Saya masih tidak bisa membayangkan ketika suami saya nanti cuma punya sedikit waktu buat saya hahaha. Bocil banget ya, Bloggy, saya ini hihihi.

Well, Nabi Muhammad aja membagi waktunya menjadi tiga, buat Allah, buat umat, sama buat keluarga. Jadi, emang balik lagi sih, suami bukan sepenuhnya milik kita. Akan tetapi, suami tetaplah partner ibadah seumur hidup. Selayaknya partner, kadang klik, kadang juga nyebelin (mungkin), tapi kalau udah cocok semenyebalkan apa pun partner kita, tugas masih tetep bisa jalan. Begitu pula tugas-tugas setelah menikah nanti. Harus sama-sama ridho sama kekurangan masing-masing pasangan, gitu kali ya? Huahaha.

Kelak, kami harus bisa bekerja sama dengan baik. Tujuan menikah adalah untuk ibadah. Jangan sampai ketika di akhirat nanti malah jadi saling menyalahkan karena selama di dunia gak jadi partner ibadah yang baik. Kan serem ya, Bloggy.

Perempuan ibarat ladang yang bisa didatangi suami kapan saja. Tapi yang jadi suami ya jangan semau-maunya dong, nanti ladangnya rusak, kekeke. Semoga kelak saya bisa jadi ladang pahala bagi suami saya. Semoga saya punya suami yang mengerti dan memahami dalam mengimami saya nanti. Semoga saya juga bisa memaksimalkan diri, memupuk pahala sebanyak-banyaknya, bersama suami nanti. Buat bekal hidup di akhirat nanti. Yaps, nanti, hihihi.

Habis ini, jangan tanya kapan saya nikah, ya, Bloggy. Makasih! :-p

Advertisements

2 thoughts on “Suami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s