Akhirnya Tumbang

Hai, Bloggy.

Sebenarnya gak mau cerita, tapi pengen cerita jugaakhirnya. Hahaha.

Semenjak didaulat menjadi guru PAUD sekitar tiga minggu lalu, ritme hidup saya jadi berubah hap hap hap. Pagi-pagi udah berkemas lalu pulang cepat untuk les menjahit. Sehabis menjahit langsung mengajar di NF Tegal.

Hari Sabtu lebih padat lagi karena ditambah ngajar ekskul drama di sekolah dasar.

Kenyataannya, pekerjaan tidak selesai begitu jam pulang bertenting. Sejak. bergabung di PAUD, saya disibukkan dengan Dapodik yang harus diisi dan dikirim ke Dinas, berkordinasi dengan HIMPAUDI kecamatan, sampai mempersiapkan diri untuk ikut lomba dongeng.

Belum lagi, harus menyiapkan bahan ajar yang menarik perhatian anak-anak. Ini tidak wajib sih, tapi sebagai guru saya saja bosan dengan pembelajaran yang itu-itu saja, jadi saya membuat RPP kecil-kecilan. Tentunya, itu dilakukan setelah mengobrol dengan teman guru dan kepala sekolah. Bergabung dan melihat situasi langsung di lapangan membuat saya sedikit malu mengingat masa mahasiswa yang getol sekali menyuarakan ingin memperbaiki pendidikan Indonesia.

Jadilah akhir-akhir ini saya mobat mabit ke sana ke sini. Banyak ngobrol sama ibu-ibu, gak ada orang seumuran hiks. Kata ibu, kalau ngobrol sama orangtua harus disimak baik-baik, jangan sok pinter meskipun kita itu lebih tahu. Harus belajar sabar nyimak, baru menyampaikan pendapat kita. Huft huft iya bangeet deh, itu nasihat manjuuuur.

Minggu ini makin super saja. Masa UTS membuat saya sering begadang untuk menyiapkan rencana penilaian dan materi yang akan diujikan untuk anak-anak di sekolah. Belum lagi, ternyata ada raker NF pekan ini juga. Ada ratusan soal yang harus dikerjakan untuk dibahas besok, iya besok. Agak nyesel sih karena gak dipipil huhuhu.

Oh, ya, kebetulan saya juga daftar petugas sensus ekonomi BPS dan minggu ini pula pelatihannya. Wawaw, beluman juga ekskul drama yang kudu tampil awal April nanti. Ya ampuuun, kenapa kerjaan saya jadi banyak sekali begini yaa hahaha. Ini berasa lagi kuliah terus mau UAS dan harus bikin 10 makalah dalam seminggu!

Tapi sejak itu pula, saya merasa hidup ini lebih bermakna. Lebih seru dan berkesan. Hanya saja, akhirnya saya tumbang juga. Mungkin efek begadang dan sering minum kopi (entah kenapa beberapa orang yang saya temui suka sekali menyediakan kopi)

Akhir kata, saya mau cerita tentang obrolan saya dengan teman pengajar NF yang juga ngajar di sekolah. Dia sedang pusing karena mengurus akreditasi sekolah. Betapa rumitnya, belum lagi selalu dimarah-marahin kalau salah. Saya nangis kayaknya kalau jadi dia, dibentak sedikit aja saya langsung nangis, gak biasa dimarahin soalnya hehehe. Jadi, saya bersyukur bertemu dengan orang yang ramah-ramah, bukan pemarah.

Tapi di penghujung cerita dia bilang, “Tapi saya sih yakin, Mbak. Segala kemudahan yang saya dapat mungkin karena saya membantu di sekolah itu.”

Iya, bisa jadi kan? Keberkahan itu lebih ternilai dari apa pun.

Allah itu Mahaadil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s