Berproses Bersama Anak-anak

Setiap Sabtu, saya mengajar ekskul drama di salah satu SD Islam swasta di Tegal. Susah susah gampang mengajar anak-anak itu. Bagaimana tidak, minggu pertama mereka begitu semangat dengan peran masing-masing, minggu berikutnya ada yang ingin ganti peran, mogok latihan, main-main sendiri, atau ngambek karena merasa tak diperhatikan.

Komposisi adegan tiap tokoh yang berbeda, ditambah dengan tidak sebandingnya jumlah anak dengan peran membuat ricuh seringkali tak terkendali ketika pelajaran dimulai. Sedang latihan adegan 1, anak yang tampil di adegan 2 main lempar-lemparan, begitu sebaliknya dan seterusnya.

Saya sepenuhnya sadar, dunia anak-anak jelas berbeda dengan orang dewasa. Mereka sangat tidak mudah fokus. Apalagi, jam ekskul disiapkan setelah istirahat. Anak-anak yang mayoritas laki-laki itu sedang aktif-aktifnya dalam bermain: perang-perangan, kejar-kejaran, atau futsal.

Huft. Tapi saya percaya, tak ada proses yang sia-sia. Pekan ini mereka semua sudah lepas naskah. Dialog sudah di luar kepala meski masih saja ada yang ngambek.

Meski latihan sekarang tidak begitu optimal karena mereka mengaku kelelahan karena habis ada “perang” antara kelas 1 dan 2 (ya ampuun, kenapa anak laki-laki itu suka sekali berkelahi), perkembangan mereka tetap saya syukuri. Semoga bulan depan mereka bisa tampil di atas panggung!

IMG_20160416_094843

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s