Dung Dung Dung

Hidup harus terus berjalan, tak peduli kita sedang senang, kecewa, sakit hati, atau gundah gulana karena cinta. Nyatanya, waktu selalu mengeringkan luka sedalam apa. Tangisan sekeras apa nantinya akan kering juga meski tak tentu seberapa lamanya.

Orang yang memilih datang, kemudian pergi, tentu akan sumbang jika masa mendatang lantas kembali datang. Ibarat sawah pematang, yang rusak setelah gersang, mungkin sekarang sudah jadi arang. Sudah tumbuh lain batang. Seharusnya memang sudah tak perlu dibentang-bentang. Segala yang belum terang mungkin memang takdirnya tidak benderang. Tak perlulah tabuh genderang, yang sudah, ya sudah.

Yang belum, ya biarkan saja. Soal yang kemarin, anggap saja bukan rejeki kita. Lagian, ini bukan soal Rangga dan Cinta, kan?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s