Imajinasi Anak

“Bu Guru, aku gak mau puasa!” seorang anak yang sedang asyik bermain lego, tiba menceletuk demikian. Mungkin, mendadak ia ingat habis disuruh puasa ibunya.

“Eh? Kok gitu?” jawab saya

Anak itu memonyongkan mulutnya lalu menggeleng kuat. Saya tersenyum simpul, lucu sekali wajah polosnya.

“Eh, kan di akhirat itu ada pintu khusus buat orang-orang yang puasa. Pintu itu kalau dibuka sampai ke surga.”

Mata kecilnya mengerjap, gerakan tangannya terhenti sejenak. Masih dengan muka polos, bibir-bibirnya bergerak riang.

“Kaya pintu doraemon, ya, Bu?”

“Hahaha” saya hanya tertawa. “Gak tahu kayak apa, Bu Guru juga belum lihat. Tapi pintu itu khusus buat yang puasa. Namanya pintu Ar-Rayan.”

“Kalau gak puasa gak boleh masuk?”

“Ya gak bisa.”

“Berarti nanti kita dikasih kunci?”

“Hmm…mungkin.”

Anak laki-laki itu terlihat berpikir sejenak, kemudian kembali asyik dengan lego di tangannya. Memilih tidak melanjutkan obrolan tadi

Beberapa hari kemudian, saat saya bahkan sudah lupa dengan obrolan tersebut, anak kecil itu menatap saya penasaran sambil berkata,

“Bu, kalau puasa bisa masuk pintu?”

“Eh? Iyaa.”

Dia lalu tidak bertanya lagi, kembali bermain dengan teman-temannya. Berlarian dan berkejar-kejaran. Saya tidak tahu apa yang ada di pikirannya setelah itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s