Azan

Akhirnya setelah bersetegang dengan jalanan pantura yang berisi puluhan truk gandeng bergelantungan di jalanan aspal, setelah seharian di jalan raya dari langit terik benderang hingga mendung menjulang, setelah pintu demi pintu apotek dimasuki dengan penuh harap, setelah sekian gelengan dari pelayan yang mengatakan tak menyediakan obat dalam resep, juga setelah cemas meremas sisa-sisa tenaga yang menunggu apoteker mengecek ketersediaan obat di bejananya, entah di apotek ke berapa akhirnya obat itu pun ada dalam genggaman. Lalu, mendadak azan yang berkumandang tadi terasa lain dari biasanya. Syahdu sekali rasanya. Sampai air mata jatuh seketika. Benarlah, untuk terus menjalani hidup kita benar butuh sabar dan salat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s