Derita Freelancer

Akhirnya saya tahu, Bloggy, mau nulis apa. Saya mau berbagi pengalaman aja sebagai freelancer yang lebih sering dianggap pengangguran dan gak ada kerjaan. Memang sudah nasibnya begitu kali ya, freelancer itu memang harus pandai-pandai bagi waktu. Pasalnya, kagak ada yang mau tahu apa saja yang dikerjakannya di luar sana. 

Orang-orang hanya melihat betapa santai dan tidak ada kerjaannya freelancer itu. Namanya juga free kan, bisa dong dikasih tugas apa aja. Punya banyak waktu luang ini -,-”

Kalau tiba-tiba ngeluh sakit, akan muncul komentar “Yaelah orang cuma di rumah doang gak ngapa-ngapain”. Rasanya lebih sakit daripada sakit beneran lho, Bloggy. Rasanya freelancer itu tak punya hak untuk mengeluh. Tak berhak menolak segala tugas. Juga tak punya otoritas sedikit pun untuk “menawar” karena posisinya yang tak begitu dianggap.

But, it’s okey. Memang itu paket susah yang harus freelancer terima. Tapi Tuhan pasti udah kasih paket senengnya juga yang bisa dinikmati pada waktunya nanti. Huft, selama ini saya sudah banyak bersenang-senang dengan status freelance. Mungkin, sekarang tinggal susahnya. Semoga besok bisa seneng-seneng lagi. Amiin 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s