Menjahit Jari Penjahit

Kalau menjahit saya biasa, tapi kalau dijahit, baru pertama ini saya mengalaminya. Huhuhu

Jadi ceritanya, tumbuh mata ikan di jari tengah kanan saya. Meski kecil, rasanya sangat mengganggu. Ruang gerak dalam memotong kain dan menjahit jadi terbatas. Selain itu, semakin hari rasanya semakin sakit dan ia tumbuh semakin besar.

Sebenarnya, melenyapkannya dalam waktu waktu sekarang ini cukup riskan mengingat saya harus memotong banyak kain di minggu-minggu ini. Tapi jika tidak dilenyapkan, ia akan semakin mengganggu pastinya. Jadi, saya bulatkan tekad menuju UGD Puskesmas terdekat untuk melenyapkannya.

Alhamdulillah, hanya sekitar 10 menit jari saya dibedah dan dijahit. Rasanya tidak sakit karena efek obat bius yang diberikan. Namun, tetap saja membuat saya deg-degan. Apalagi ketika saya merasa tarikan benang yang memasuki jari saya, jahitannya terasa meski sakitnya tidak.

Huh, semoga cukup sekali ini saja saya dijahit. Takut sekali, Bloggy. Sampe keringet dingin saya hahaha. Untungnya mbak perawatnya baik dan mengajak saya mengobrol, jadi saya sedikit rileks. Selamat, Mbak, kalian berhasil menjahit jari penjahit. Tiga hari lagi, kalau mencopot jahitan ini jangan pakai pendedel yaa 😝😝😝

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s