Strategi Menjahit

Malam, Bloggy. Saya sedang potong-potong kain. Karena lelah, rehat bentar deh sekalian lanjutin cerita tentang Ujian Menjahit di postingan sebelumnya. Hehehe

Seperti memasak, menjahit juga terbagi atas tiga aspek: persiapan, inti, dan penyelesaian. Persiapan dalam menjahit diawali meliputi kegiatan membuat pola, memotong kain, dan memotong pernak-pernik yang diperlukan seperti saku, tali, atau lapisan leher. Tahap persiapan ini yang membutuhkan waktu paling lama. Sementara tahap inti adalah kegiatan di depan mesin jahit dan menjahit setiap komponen yang perlu dijahit. Tahap penyelesaian meliputi obras, lubang dan pasang kancing, dan jahit sum jika diperlukan.

Di awal-awal belajar menjahit, saya seringkali bolak-balik mesin-meja-mesin-meja dalam menyelesaikan satu buah pakaian. Artinya, tahap persiapan tidak diselesaikan secara tuntas sehingga saat menjahit muncul pikiran “Oh iya, belum bikin sakunya. Motong bahan dulu deh” misalnya. Hal-hal semacam ini yang membuat proses menjahit menjadi lama. Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai sadar bahwa tahap persiapan harus dituntaskan dengan matang sebelum beranjak ke tahap inti.

Dalam ujian praktik kemarin, kami diminta membuat baju dalam waktu 4 jam. Terdapat tiga pilihan model pakaian, yaitu model kerah lapisan (tanpa kerah) dengan kancing miring dan tali di pinggang; kerah sanghai dengan kancing samping; dan kerah setali dengan kancing depan biasa.

Saya memilih model pertama dengan pertimbangan lebih mudah menyiapkan tahap persiapan jika kerahnya hanya lapisan. Berbeda dengan kerah sanghai dan setali yang harus diukur ulang setelah baju jadi, pilihan ke-2 dan ke-3 dirasa sulit untuk menuntaskan preparation-nya karena harus bolak balik. Selain itu, model kancing samping di no 1 juga belum saya punya sehingga hasil praktik kemarin bisa sekalian saya pakai nanti hehehe.

Jadilah saya satu-satunya peserta ujian yang memilih nomor 1. Saya memang lama di persiapan. Saya potong setiap detail yang diperlukan–agar tidak bolak-balik lagi–dari mulai bikin tali sampai lapisan-lapisan. Saat peserta lain sudah mulai beranjak ke mesin, saya masih di meja menuntaskan tahap persiapan. It’s okay, pikir saya.

Benar saja, karena tidak kembali ke tahap persiapan, tahap inti saya berjalan mulus. Berbeda dengan teman lain yang meski terlihat berjalan lebih dulu, karena tahap persiapannya belum tuntas, dia perlu kembali ke sana. Alhamdulillah, sampai tahap inti bisa saya selesaikan tepat waktu. Setelah dinilai, baju dibawa pulang untuk memasuki tahap penyelesain. Di pertemuan berikutnya baju tersebut dikumpulkan sudah dalam pengemasan yang rapi.

Baiklah, sekian cerita saya malam hari ini. Saya mau motong kain lagi hihihi ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s