Seni Memilih

Apa yang kita dapat sekarang adalah hasil dari pilihan-pilihan kita sebelumnya. Begitulah hidup, hidup adalah seni memilih. Sebuah karya seni adalah hasil pilihan pembuatnya, lantas kemudian memberikan pilihan bagi penikmat-penikmatnya. Hidup memang tak jauh-jauh dari memilih dan dipilih.

Seperti seni, ada yang memilih menyenanginya, ada pula yang menolaknya. It’s okay, tidak jadi masalah. Seni tidak pernah meminta untuk dipilih, ia membebaskan dirinya untuk disenangi atau dibenci penikmatnya. Itu karena seni mengerti, sejatinya dalam hidup, kita tidak akan bisa menyenangkan semua orang.

Harus ada yang dikorbankan dalam setiap pilihan. Seperti tukang jejel kasur di desa-desa yang tak lagi menerima orderan setelah kita lebih memilih beli springbed. Seperti warung tetangga yang sepi karena kita lebih rajin berburu diskon di supermarket. Lalu apakah kita menjadi kejam? Bisa iya, bisa tidak.

Hidup adalah seni memilih. Setiap dari kita bertanggung jawab atas pilihan yang kita raih, namun sama sekali tidak berkepentingan jika pilihan kita disenangi atau dibenci orang lain. Jadilah seperti seni yang membebaskan dirinya sendiri. Sekali lagi, kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s